RSS
about us
Clara Anastasia Lucky Widya Pramesti

Dear God

It’s been awhile since i talked to You
I was praying to You the same prayer every time
I asked You to give me so many things
But I forgot to say thank You

And now I’m talking to You.
No.
I’m writing to You
To give my gratitude

I would like to say thank You for all You give to me

Thank You for answering my prayer and not letting me lost too far

Thank You for letting me down and bring me up in no time

Thank You for giving me what I need in unusual manner

Thank You for giving me such great parents that really love me and raise me wisely

Thank You for letting me grow between my brother so I can learn how to share

Thank You for giving me the greatest friends in the world who are there when i fall apart and help me to get back on my feet again

Thank You for letting me live with so many smart and brilliant people around me so I can learn from them

Thank You for giving me such a wonderful yet unexpected companion at the right time and in the right place and from him i learn to be grateful for what i have

..and so I feel complete

Thank You for the life that you give to me, which full of surprise, lesson to be learned and love.

And Thank You for all Your blessings that i can’t even remember..

Thank You..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

In Doubt

What if……?
What if
What if
What if
What
if
I
stop thinking what if.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

I want you, I need you

Where are you?
I've been searching for you.
Romantic movies suck without you.
Love songs make me feel so unlovable.
Whenever I can't sleep, I want to think of you.
I need you to make me feel secure.
I am weak, I know that's true, no need to deny it.
I am afraid to be dependent but I want to.
You have to be smart.
You gotta know what and how to say.
I want you to want me the way I want you to be.
I want you to be able to understand when I'm scared of you. Your attention. Your words.
I don't want you to leave, but somehow I know everybody leaves.
I want you to make me smile when I need it the most.
Whenever I'm down, I want you to be there.
I want you to understand how stubborn I am, how selfish I am.
I want you to hold me tight when my pet dies. I want you not to laugh.
I want you to protect me from clowns. Not to laugh at me.
I want you to prevent me from crying when I feel like doing it.
I miss you.
I need you to need me, with the right composition.
Don't call me every hour, call me night and day.
Say you miss me, but not too much.
Understand me when I don't want to meet you.
Please please, know when I want to meet you.
Please, know how to make me feel less afraid of your love.
Be the one I run to whenever I have great news.
Be the one I run to whenever I feel like talking about silly things.
Be the one I run to whenever I want to tell you secrets.
Please, be a good secret keeper.
I want to feel safe enough to tell you dark secrets.
I don't want you to like me less when you know my history.
I want you to like and be liked by my friends.
I want you to like and be liked by my family.
I want you to know that I hate roses, without asking me further about the reasons behind it.
I want you to know that I need time to fall in love.
I want you to know that I am a commitment phobic, and be okay with it.
I want you to know that sometimes I get so flirty without even realizing it, please remind me nicely.
Don't be too jealous with my guy best friends.
Don't be too possessive, I hate it.
..still, I want you to care. In the right way.
I want you to support me and make me feel special when I'm not.
I want to sing love songs for you.
But please, don't be too romantic. Let's have fun.
I love surprises, but don't make me feel pressured.
Most of all...I want you to make it real for me.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

"Aku sayang kamu",,hmm..Aku-nya U-nya 5 ya mas..Sayang-nya A-nya 5 juga.. .

What if 'anak-jaman-sekarang' (sorry for using this term, but i can't find any easier way to name it) pacaran dijaman pager?

Percakapan antara si Gadis dan Mas2 operator Pager, sebut saja Star Page.
si gadis: Mas, mau titip pesan untuk pesawat 666 donk
operator: oh iya silakan Mba, apa pesannya?
si gadis: Hmm, pesennya... *malu-malu* "AKU SAYANG KAMU"
operator: oh, buat pacarnya ya? baiklah.. selamat malam Mba.. berusaha mengakhir pembicaraan supaya bisa nerima telepon lain
si gadis: eh mas! mas!
operator: ada apa lagi mba??
si gadis: *kembali malu-malu* AKU-nya 'U'-nya 5 ya mas..; trus SAYANG-nya 'A'-nya 5 juga..; nah KAMU-nya, 'U'-nya 12 ya mas..
operator: duh, kok banyak amat Mba?? ngga biasa aja??
si gadis: duh mas, ikutin aja deh... eh, mas..tambahin 'MUACH' ya.. pake A-nya 4 aja, trus pake 'C' sama 'H'...
operator: *males berdebat* iya mba. selamat malaa
si gadis: eh mas! mas!
operator: apalagi mba?
si gadis: hmm..jangan lupa hurufnya geDe keCiL-gEde KeciL ya mAs...
operator: mba,,dateng aja kesini deh, ketik sendiri,,naek taksi,,biar saya yang bayar taksinya! *click* tut-tut-tut-tut


Ahahaha, bersyukurlah sekarang kita bisa ngetik pesen sendiri. gw sendiri? Gw sering menggunakan jumlah huruf yang berlebihan kalo sedang chat dengan teman-teman gw.. buat gw ini berfungsi sebagai emoticon, jadi temen gw bisa ngebayangin gimana gw ngucapinnya.. *Soalnya kalo gw ngomong gw juga suka nambah jumlah huruf vokal* kaya: kochaiiiiiiiiiiiiiii..atau cumiiiiiiiiiiiiiiiiii..atau kampreeeeeeeeeeeet!!
Dan, yap!! gw bersyukur karena gw bisa mengetik sendiri pesan yang ingin gw sampaikan.

Okay, gw masih bisa menikmati jumlah vokal yang berlebihan,,tapi cara penulisan yang berubah berlebihan cukup membuat gw merasa 'tua'. Apalagi kalo huruf kapitalnya berterbaran dimana-mana. Gw benar-benar merasa 'tua' karena butuh waktu lebih untuk memahami singkatan atau cara penulisan yang ekstrem anehnya, ditambah lagi kapital yang bertebaran itu juga suka bikin pusing. Merasa...beda cohort.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

Matematika Abad 22

Beberapa hari yang lalu temen gw semangat banget menunjukkan salah satu email yang dia dapet. Niat banget sampe di-print segala. Menurut dia isinya lucu dan menyuruh gw untuk memahaminya.

Pas gw baca agak sedikit ketawa sih, nggak deng banyak haha. Judulnya matematika abad 22. Isinya lucu, isinya tentang persamaan-persamaan matematika gitu, tapi variabelnya diganti pake kata kerja sama subjek. Isinya menjelaskan kegiatan yang umumnya dan mungkin juga harusnya dilakukan pria dan wanita.

Dibuat persamaan antara pria dan wanita dengan keledai. Gw juga nggak tau kenapa harus keledai bandingannya. Yah yang kepikiran itu mungkin atau ya image keledai yang kita kenal selama ini kan nggak jauh asosiasinya dari binatang yang bodoh. Berikut ini gw tuliskan persamaan-persamaan yang ada di email itu.

Persamaan 1

Manusia = makan + tidur + kerja + hura-hura
Keledai = makan + tidur

Maka,

Manusia = Keledai + kerja + hura-hura

Maka,

Manusia – hura-hura = Keledai + kerja

Maka,

Manusia yang tidak tau hura-hura = Keledai yang bekerja / Kerja seperti
Keledai

Nah, dari persamaan pertama ini bisa dilihat secara umum dalam hidup yang paling sering dilakukan manusia dalam kesehariannya memang makan, tidur, kerja, dan hura-hura. Karena keledai emang binatang ya setiap hari yang pasti dikerjakan emang makan dan tidur.

Soalnya menurut persamaan tersebut kan kalau keledainya bisa hura-hura nanti jadi manusia, jadi apakah iya sebenernya setiap harinya ada sisi dari seekor keledai dalam diri manusia? Nah, pengangguran yang tidak melakukan apa-apa dan hanya diam di rumah, makan, dan tidur itu berarti keledai berwujud manusia? Apakah benar? Ya gw juga nggak berani menegaskan begitu sih. Kan siapa tau ada orang-orang yang memilih untuk hidup menjadi seperti keledai bukan?

Manusia yang tidak tau berhura-hura sama dengan keledai yang bekerja. Wah berarti keledainya rajin? Keledai pekerja keras? Tapi setelah dipikir-pikir karena mungkin emang keledai kelewat bodoh, iya-iya aja disuruh ngapain aja, pasrah aja, ikut aja, gitu terus. Sama kan sama orang yang bekerja terus tanpa henti? Entah apa yang dikejar, mereka bekerja tiada henti, mungkin maksudnya agar bisa hidup bahagia dan sejahtera, tapi coba deh dipikir lagi, kalau mereka nggak pernah hura-hura sedikitpun bagaimana bisa merasa bahagia, mungkin wajah-wajah pekerja terlalu keras ini akan mengerut setiap harinya dan sulit tersenyum, bisa jadi hidupnya malah tertekan kan? Lama-lama jadi sebodoh keledai. Jadi hura-hura sedikitlah teman-teman jangan belajarrrrrr mulu, serius banget, ntar sama kayak keledai deh haha.

Persamaan 2

Pria = makan + tidur + cari duit
Keledai = makan + tidur

Maka,

Pria = Keledai + cari duit

Maka,

Pria – cari duit = Keledai

Maka,

Pria yang tidak tau cari duit = Keledai

Nah ini salah satu persamaan favorit gue. Emang bener udah ada di hukum agama juga, pria wajib bekerja menafkahi istrinya. Jadi gw setuju banget kalau pria-pria di dunia ini harus tau caranya mencari uang, cari cara secerdas-cerdasnya supaya nggak disamakan sama keledai haha.

Benar kan? Pria yang nantinya akan memimpin sebuah keluarga dan mereka yang menghidupi seluruh anggota keluarganya. Kalau istri berpenghasilan dan bekerja kan hasil uangnya berjenis bantuan bukan kewajiban. Dimana bisa dikatakan bantuan itu seIKHLASnya, jadi mau dikasih apa enggak ke suaminya itu kan terserah, egois HAHA. Salah satu temen gw yang cantik dan cerdas bernama Tami (cie…) pernah bilang gini, “Duit istri, duit istri, duit suami, ya duit istri.” Gitu katanya, dan gw cukup tercengang juga dengernya, dan habis itu kita tertawa ramai-ramai. Gw nggak tau juga bener apa enggak ya?

Persamaan 3

Wanita = makan + tidur + belanja & habisin duit
Keledai = makan + tidur

Maka,

Wanita = Keledai + belanja & habisin duit

Maka,

Wanita – belanja & habisin duit = Keledai

Maka,

Wanita yang tidak tau belanja & habisin duit = Keledai

Kalau persamaan yang ini gw ada suka ada enggaknya nih, tapi nggak apa-apa sih. Emang sih umumnya wanita-wanita senang menghabiskan uangnya untuk belanja entah untuk kebutuhannya atau ya sifat konsumtif semata aja dan itu nggak bisa dipungkiri banget.

Gw pernah baca buku Why Men Don`t Listen and Women Can`t Read Maps, di situ juga dijelasin kalau belanja itu ada dalam bagian otak wanita, namanya bagian love of shopping, cukup besar pula proporsinya, kalau nggak salah di bagian bawah. Tapi di bukunya Carole Wade dan Carol Tavris memang ada perbedaan antara otak wanita dan otak pria dari aspek anatomisnya seperti otak wanita memiliki lebih banyak sel korteks yang berhubungan dengan pemrosesan informasi auditif, perbedaan ukuran korteks frontal, perbedaan jumlah lipatan kortikal di lobus frontal dan parietal, dll.

Intinya, sebenarnya perbedaan bagian di otak ini mempengaruhi pria dan wanita dengan kemampuannya mengerjakan tugas-tugas tertentu, contohnya adalah kebanyakan wanita memiliki kemampuan verbal yang lebih tinggi daripada pria dan kebanyakan pria lebih pandai dalam matematika ketimbang wanita. Untuk hal-hal yang sifatnya khusus seperti shopping, gossip, romance, sports, dll itu belum pasti benar dan bisa dibuktikan secara ilmiah ada bagian-bagiannya secara anatomis. Bisa saja ada pria-pria yang juga suka menghabiskann uangnya dengan berbelanja, sekali lagi gue juga nggak bisa memastikannya.

KESIMPULAN:

Dari Persamaan 2 dan Persamaan 3 :

Pria yang tidak tau cari duit = Wanita yang tidak tau belanja & habisin
duit.

Kata lain :

Pria cari duit AGAR wanita tidak menjadi Keledai ! (Postulat 1)

Dan, Wanita belanja & habisin duit AGAR pria tidak menjadi Keledai !
(Postulat 2)

Jadi, kita sampai pada ….

Pria + Wanita = Keledai + cari duit + Keledai + belanja & habisin duit

Maka … dari Postulat 1 dan 2, kita dapat simpulkan :

Pria + Wanita = 2 Keledai yang hidup berbahagia selama-lamanya. ..!!!!

Ini kesimpulannya, happy ending bukan? Lucu juga tapi dengan pernyataan pria yang tidak tau cari duit disamakan dengan wanita yang tidak tau belanja dan menghabiskan uang. Mungkin maksudnya jadi melas aja, hidupnya jadi nggak jelas buat apa karena nggak tau hal-hal yang pada umumnya dilakukan.

Menguntungkan banget nih pria cari duit supaya wanita nggak menjadi keledai dan wanita menghabiskan duit agar pria tidak menjadi keledai . Tapi ya balik lagi ke kewajiban pria sih, emang pria harus mencari nafkah bukan? Kan itungannya KEWAJIBAN tuh haha

PS buat suami gw nanti : semangat ya kerja cari duitnya! haha.-fin

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

teman

hari Rabu kemarin sobat gue berulang tahun, sebut saja namanya Ardit. Sebagai teman yang baik hati dan sopan santun, gue pun mengirim sms ulang tahun. Setelah beberapa lama, Ardit membalas sms selamat ulang tahun gue dengan banyak kata terimakasih. Gue pun membalas,

Gue: Terimakasih saja tidak cukup. TRAKTIR!

Tak berapa lama, Ardit kembali menjawab dengan singkat dan jelas

Ardit: K A D O

Sial. Tau aja gue belom beliin dia kado. Tapi tak mau jatah traktiran gue melayang, guepun membalas dengan pantun aduhay

Gue: Abang bokir naik sado, ada traktir ada kado

Gue senyam senyum sumringah. Gue pikir gue oke berat, pasti dia nggak kepikiran akan berbalas pantun dengan gue dong ah. TAPI TERNYATA, gue salah. Ardit membalas lagi:

Ardit: Naik sado ke tukang las, ngasih kado kudu ikhlas!

OH TIDAAAAK!! Kesalahan gue adalah tidak mengukur kemampuan lawan! Gue pun memutar otak, mencari ide-ide baru untuk membalas pantun tapi… MENTOK. Ah shit men. Akhirnya gue pun membalas sekenanya:

Gue: Tukang las ada sebelas, ikhlas nggak ikhlas harus tetap dibalas.

Oke, jangan tanya bagaimana kesinambungan pantun terakhir dengan yang sebelum-sebelumnya, karena akal sehat guepun kurang mampu memprosesnya. Lamaaaa gue tunggu, Ardit tidak menjawab. Gue pun kembali sumringah. HAHAHAHA, Ardit keok juga ternyata. Gue ketawa setan dalam hati dengan hidung kembang kempis. Bangga. Lalu, gue pun kembali menjalani hari gue dengan jumawa. Sombong dong ah.

Tapi tiba-tiba handphone gue berbunyi, sebuah sms masuk:

Ardit: JAKA NYAMBUNG BAWA GOBLOK, GAK SEMBUNG GOLOK!

Shit, gue kalah telak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

Previously..previously..

Gw memang sedang menginginkan sebuah suasana private dengan beberapa orang saja teman-teman untuk diajak bercerita dan tidak solutif. Haha ya gw tidak butuh solusi, gw butuh pendengar. Sepertinya semua juga begitu kan. Terimakasih teman-temanku yang tidak solutif, i love you!

Selanjutnya berceritalah masing-masing tentang kehidupannya dengan makhluk bernama pria. Luar biasa dramanya, gw pasti sukses bikin novel fiksi haha berlebihan, amin. Mita cenderung mengerjap-ngerjap mendengarkan keseluruhan cerita gw. Gw bercerita dari awal sampai akhir dan berkaca-kaca haha, tapi gw terlalu gengsi untuk memecahkan selaput kaca di mata gw.

Entah menit keberapa, salah satu dari kami ber-4 mencetuskan, “Gw nggak mau berharap, tapi susah dong harapannya diobral.” Hahahaha ya ya ya memang. Biasalah sekarang banyak yang murahan orang-orang hehe.

Seperti kata Bea bahwa di 2010 kami masing-masing menemukan SOMETHING, ya kalau dilafalkan akan berbunyi SAMTING ( Sangat amat penting) oke bea alay haha.

Pelajarannya, tidak semua yang gw inginkan bisa dan harus didapatkan. Hal ini membuat gw mencari-cari kesalahan gw, kekurangan gw, dan gw menemukan banyak sekali. Wow, banyak. I was miserable, maybe worse than that. Then when I found out, now 2010 is over, it’s 2011. Luar biasa.

Tidak sepanjang tahun sih gw miserable, untungnya. Mendengarkan masing-masing cerita dari teman-teman gw dan menyimak apa yang mereka lakukan untuk bangun dari kejatuhannya, keluar dari kotak kenyamanannya, dan mempertahankan berdiri membuat gw mendapat pelajaran kedua. Pelajarannya adalah ternyata sebagai wanita gw melakukan keputusan yang tepat untuk menjaga gengsi. Gw bersyukur gw menjaganya. Serius. Itu membuat gw tidak kehilangan harga diri pada saat hal-hal di luar kontrol gw dan buruk terjadi. Silahkan anda berkicau mengatakan kalau kadang-kadang gengsi harus diturunkan, oh maaf mungkin wanita-wanita yang ada dalam kehidupan anda sebelumnya berbeda habitat dengan saya, gw bersyukur gw idealis dengan prinsip gw sampai sekarang haha.

Pelajaran ketiga adalah hati-hati ketika pada suatu waktu menemukan sebuah kondisi yang hanya bisa didefinisikan dengan satu kata yaitu NYAMAN. Nyaman itu kata yang berbahaya, gw setuju berat. Seperti Bea bilang lagi, nggak perlu baik, nggak perlu ganteng, tapi nyaman itu gawat banget. Gw tau nyaman gawat banget, baik sama siapa saja. Sarah mencetuskan sebuah kalimat yang mengarah kepada gw, “Huh friends? You guys are friends Now? Really? Friends with benefits right?” hahahaha damn it, I know I know sarr, I get your point. Sinting. Terus gw mau apa? Tunggu aja deh ya Tuhan memberikan clue apa ke gw. Sebuah kata nyaman membuat gw tidak bisa bergerak bebas, karena gw senang berlindung di dalamnya, senang sekali. Ternyata oh ternyata itu menyedihkan. Bagaimana kalau ternyata kenyamanan itu meninggalkan gw? Melarikan diri ? OH noooo cukup sekali tolong haha.

Jadi jadi dan jadi kesimpulannya adalah gw banyak salah langkah sekali. Banyak yang harus diperbaiki, banyak yang harus dibangun, banyak sekali. Apakah terlambat? Gw harap sih tidak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

just a glance

Kata Dithi, “Pancing tidak akan pernah bisa mengalahkan jaring.” Nah lho, nah lho, gimana dong?

Ardit : Beli parachute 'ky, gimana?

Gw: Enakkan berenang aja dit, kalo jatoh sakit, lecet ga enak haha

Ardit: (dengan ekspresi lumayan kesel dan menghina) Tau kok tau, gw pernah liat lo jatoh

Gw: Diam kau!

Nggak penting, nggak usah dipikirin kalo ada yang baca haha.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

"Love is giving someone the power to destroy you, but trusting them not to."

Seriously, I thought you're trusted enough.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

Kadang gw iri loh. Sama temen2 gw yg pada kuliah di psikologi, cara mereka nangepin curhatan ato bersikap kayaknya keren banget

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

Uhmm, gw mau minta maaf untuk seseorang yang pernah memiliki sebuah relationship dengan gw. Sorry, you`re late, sorry I had to lock my door. It`s just I had enough, yahh you know what had happened. Let me go on my own way. Maaf mungkin cara yang gw pilih untuk membuat lo stay away dari hidup gw kurang menyenangkan, tapi ya that`s the risk rite? You`re the one who decided to let me go. Well thank you for did that. I have a good life now. So please stop trying to meddle in my life. The only reason is :

“Sometimes you have to let go to see if there was anything worth holding on to.” (but then i realize..there was nothing…)

goodbye all..God knows when shall we meet again

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

Lelaki itu...

aku tidak tahu sejak kapan, tapi..

tiba2 dia menjadi bagian terpenting dalam hidupku

rr..tidak selalu menjadi ‘top of my list’.

kadang ia menjadi yang teratas, terbawah, atau hanya menjadi bagian netral dalam hidupku saja.

dia adalah orang tercuek yang aku kenal

tapi ia mengubah pandangku

setidaknya, di detik-detik aku merasa kesulitan dan tidak berdaya, ia bak super hero, yang selalu siap mengulurkan tangannya untukku

ia rela berhujan-hujan demiku, rela menunggu berjam-jam bersamaku demi kepentinganku, dan..ia rela melakukan banya hal yang aku kira tidak mungkin dilakukan seorang  ‘IA’ bagiku

ada hari-hari dimana ia begitu menyebalkan bagiku

ia menjadi orang yang tidak punya empati, bahkan nyaris membuatku menangis

aku tidak tahu kenapa, bahkan sampai sekarang, aku tidak tahu jawabannya mengapa?

aku tahu saat ia menganggap akulah dunianya

ia melirik dan mengamati setiap gerak-gerikku

dan tersenyum kecil saat aku melakukan berbagai kekonyolan

tapi..ada saatnya pula mata itu beralih untuk wanita lain

dan aku pun hanya mengelus dada dan berujar dalam hati ‘tak apa’

aku..sampai sekarang tidak tahu apa yang sebenarnya ia rasakan pada diriku

aku masih mencari, dan terus mencari

begitupun hatiku, aku pun terus bertanya dan mempertanyakan

apakah ialah orangnya atau..adakah orang lain?

aku rasa..pertanyaan ini akan aku genapi pada akhir tahun ini

terjawab atau tidak

terkuak atau hanya menjadi misteri

setidaknya.. aku merasa beruntung. rasa itu pernah ada

walau..aku sendiri pun tidak tahu apa itu..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

Hancurkan hatiku, jangan hancurkan poniku

# sebuah cerita, enjoy. #

Kantin yang biasanya tidak terlalu ramai disore hari, entah kenapa hari ini cenderung lebih. ramai dari biasanya. Banyak mahasiswa yang sibuk mengerjakan tugas, bermain catur, atau sekedar tertawa-tawa dan mengobrol bersama teman-temannya. Dimeja paling pojok dekat tukang minuman, 4 orang mahasiswa angkatan 2008 sedang bermain kartu dengan serius sambil sesekali tertawa-tawa.        

            “Ya udahlah, jalanin aja!” ucap Sharah sambil mengerut-ngerutkan dahinya, sambil fokus pada kartu yang dipegangnya.

            “Bener nih ya, jalanin aja yah,” lanjut Irene sambil juga berkonsentrasi pada kartunya, menyibak rambut lurus panjangnya sekilas, lalu mengeluarkan salah satu kartu yang dipegangnya.

            “Yah ilaaah…” Farik menggeleng-gelengkan kepalanya, membuat rambut keritingnya bergoyang. “tega banget sih lo sama gue, Rene…” ia menutup salah satu kartu yang dipegangnya diatas meja. Kemudian ia mengisap rokoknya.

            “Loh, emang lo nggak punya, Rik?” Tanya Irene.

            Farik menggeleng sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya. “Ya kagak, kalo punya sih ngapain gue nutup, neng?”

            “Ya ilak, map deh..” lanjut Irene terkikik. “dinikmati aja ye Bang…”

            “Sekarang giliran gue, yah…” Tasha tampak serius memilih-milih kartunya, lalu mengeluarkan sebuah kartu dengan semangat.

            Dilanjutkan oleh Sharah tanpa hambatan.

            Irene kemudian mengeluarkan kartu As keriting, dan menutup tumpukan kartu keriting didepannya.

            Farik menggaruk kepalanya panik. “Ampun deh Rene… Nyiksa banget sih lo?” ia kemudian menutup sebuah kartu yang dipegangnya. “lama-lama nih kartu gue tutup semua…”

            “Kenyataan kadang-kadang emang kejam, Rik…” jawab Irene asal.

            “iye,” ujar Farik. “apalagi kalo tuh kenyataan terjadi gara-gara elo,”

            Seorang cewek bertubuh mungil dan berkacamata menghampiri mereka. “Lagi main apaan?”

            “Seven spade,” jawab Sharah cepat sambil menaruh kartunya. “giliran lo, Rene,”

            “Ah, kancuut…” umpat Irene. Ia kemudian menutup salah satu kartunya.

            “Karma emang ada dimana-mana Rene…” balas Farik tertawa puas sambil menaruh sebuah kartu. Ia kemudian kembali mengisap rokoknya.

            Cewek mungil itu hanya diam dan memperhatikan mereka bermain kartu.

            “Mau ikutan main, Za?” Tanya Sharah pada cewek itu.

            Stiza mengangguk.

            “Abis ini yah,” ucap Tasha. “Nanggung soalnya kalo sekarang… nggak apa-apa, kan?” tanyanya lagi dangan wajah yang tidak enak.

            “Ya ampun, nggak apa kok Tash…” jawab Stiza sambil tertawa melihat Tasha yang sangat polos.

            Tasha kemudian tersenyum dengan badannya yang maju-mundur ditempat dengan lunglai.

            “Si Tasha kalo lagi kayak gitu lucu, ya?” ucap Sharah tiba-tiba. “coba kalo gue… udah deh, nggak ada lagi yang mau jadi temen gue,” ia kembali menaruh sebuah kartu.

            “Iya emang,” lanjut Farik. “semua orang kabur gara-gara ngeliat ada orang Batak gila maju-mundur di kursi kantin,”

            “Sialan lo,” umpat Sharah.

            “Keluarin lagi dong tujuhnyaa…” komentar Irene. “kalo nggak ada yang ngeluarin bisa-bisa seumur idup gue nggak ngeluarin kartu lagi nihh…”

            Farik menyeringai, lalu membuang abu dari rokoknya kelantai. “tau, keluarin aja sih tujuhnya, kasian tuh si Irene…” ia kemudian mengeluarkan sebuah kartu.

            Tasha lalu mengeluarkan kartu 7 keriting. “maaf ya… gue nggak sadar gue punya…”

            “Dunia emang nggak adil,” komentar Sharah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengeluarkan kartu 6 keriting. “Tasha emang selalu dimaklumin, kalo gue…”

            Irene mengeluarkan sebuah kartu akhirnya.

            “Emang faktor orangnya aja kali Shar…” tambah Farik. Ia mengeluarkan karu As wajik dan menutup barisan kartu wajik.

            “Aaastaga Rik…” Tasha menggeleng-gelengkan kepala. “kartu gue kan belum keluar semua yang ituu.. tega deh…”

            Farik menghembuskan asap rokok dari mulutnya, “Yaah, maaf yah Tash.. abis gue nggak ada kartu lagi…” ucapnya dengan nada menyesal.

            Tasha mengangguk-angguk kemudian menutup satu kartu.

“Gue pengen pesen martabak mie deh,” ujar Stiza kemudian. “mau nitip sesuatu?”

            “Mau jus jambu pake lemon dong,” kata Sharah sambil mengeluarkan kartu.

            Stiza mengangguk. “ada yang lain?”

            Keempat temannya menggeleng. Stiza kemudian berjalan menuju tukang makanan dan memesan makan siangnya.

            “Siapa yang kalah?” lanjut Stiza setelah memeasan makanan dan duduk kembali bersama teman-temannya.

            “Yaah… liat aja siapa yang ngocok,” jawab Irene sambil menaikkan alisnya dan menganggukkan kepalanya ke arah Farik yang sedang menaruh rokoknya diujung meja, kemudian mulai mengocok kartu yang dipegangnya.

            “Iye, gue kalah…” gumam Farik. “Seneng banget sih Rene kalo gue kalah?”

            “Nggak apa-apa,” sahut Irene. “Cuma ada kepuasan batin aja. Hahaha…”

            Farik menggeleng-gelengkan kepalanya.

            Tiba-tiba angin berhembus kencang menerpa gadis-gadis itu. Segera saja rambut mereka semua mendadak berantakan.

            “Aduh, poni gue berantakan deh,” ujar Sharah sambil merapikan poninya dengan jari. Tiba-tiba ia mendengus tertawa. “Rene, poni lo naik semua tuh, udah kayak ibu pejabat,”

            “Hah! Aduh gawat,” Irene langsung merapikan poninya dengan sisir yang dibawanya.

            Tasha terkikik melihat kelakuan Irene.

            “Jangan ngetawain gue Tash…” ujar Irene tiba-tiba. “Poni lo belah 11 tuh,”

            “Hah?” tanpa banyak bicara, Tasha segera merapikan poninya yang dipotong rata diatas alis dengan jarinya. “sempurna kan sekarang?”

            “Martabak mie sama jus jambunya Mbak,” Mas-mas si tukang makanan tiba-tiba membuyarkan pembicaraan mereka.

            “Oh, iya Mas, makasih ya,” Stiza segera menerima makanan dari Mas tukang jual makanan, dan memberikan jus jambu pada Sharah.

            “Eh Za, poni lo sekarang kok dijepit terus sih?” ujar Sharah tiba-tiba. “kalo nggak, pake bando,”

            “Habisnya,” jawab Stiza sambil memotong-motong martabak mie yang baru diterimanya. “poni gue sekarang udah gondrong, kalo dilepas udah nabrak-nabrak mata, nggak enak banget. Dan gue belom sempet ke salon,”

            “Sah elah,” Farik tiba-tiba ikut nimbrung. “potong poni aja pake di salon segala, gaya banget sih lo,”

            “Ya kalo gue jago motong poni kayak si Irene sih nggak apa-apa motong sendiri,” balas Stiza. “Cuma masalahnya, gue tuh pasti berantakan kalo potong poni sendiri. Jadi daripada poni gue luluh lantah, ya mendingan gue kesalon. Lagian kan Cuma goceng,”

            Farik mengangguk-anggukkan kepalanya. “Iya sih, mendingan jangan. Kalo yang jago motong poni aja hasilnya kayak gitu, gimana yang amatiran…”

            “Heh, maksud lo apaan Rik?” tantang Irene. “poni gue jelek, gitu?”

            “Nggak kok…” timpal Tasha dengan gaya yang lunglai seperti biasanya. “poni lo sempurna gitu…”

            “Tuh kan Rik? Tuh kan?” ujar Irene senang. “mana mungkiiin Tasha bohoong…”

            “Eeeh…” balas Farik. “Tapi gue ngerasa Tasha Cuma nggak mau nyakitin perasaan lo doang…”

            “Terserah deh Rik, terseraaahh… gue mah percaya sama orang jujur Rik, bukan yang kayak elo…” ucap Irene kemudian. “lama-lama naksir lo, sama gue,”

            “Lah,” Farik menginjak rokok dengan kakinya. “lo nggak tau, gue lagi nyiapin cincin buat ngelamar lo besok?”

            “Ya ampun Rik… romantis bangett…” Irene menggeleng-gelengkan kepalanya. “akhirnya setelah 19 tahun kita menjalin cinta, lo ngelamar gue juga…”

            “Lebay deh lo berdua lama-lama,” potong Sharah. “capek gue, sampe lo berdua jadian, gue ngakak sampe pingsan,”

            Tasha hanya terkikik, dan Stiza tetap konsentrasi pada makanannya.

            “Kapan nih mulai main?” lanjut Sharah. “lama-lama tuh kartu ilang gambarnya, kebanyakan lo kocok Rik,”

            Farik tersadar, kemudian segera membagikan kartu pada keempat temannya.

            “Jangan bengong mulu makanya kalo idup, Rik…” lanjut Irene sambil menyeringai. “isilah dengan kegiatan yang bermanfaat seperti membagikan kartu…”

            “Diem lo,” umpat Farik pada Irene. “bawel,”

..bersambung

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

MORNING: it’s (always) not (that) easy

The first time i woke up, it still YOU the one who popped up on my mind.

Few minutes later, I got up to morning prayer. Once I finished the prayers, my tears still fell on my cheek and it was again because YOUR name appeared in my mind.

I went to the bathroom, then flush through my body, I managed not to fall because of weakness. Afterward, when I open the closet, again my eyes glued to the clothes that YOU and I bought together.

Then I devided to sit in front of my laptop. Instead of doing my assignment, I wrote a letter, or a series of words, even a series of melodies, based on what I still felt about YOU.

One thing that I know this far, it is (always) not (that) easy for me to went through my morning, since the every single detail of my morning still full with YOU and YOU each day. It’s NOT that I still want you so bad. No. It’s all about the missing piece that felt inside my heart, smothering me, can not get YOU out of my head and my heart all the time.

This IS the worst time of my life. I knew, with all the effort I do, and with the help from my friends and also YOU, I will be able to through it all. But, once again, for now, it’s always not that easy.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

dear God...

Dear God, the only thing I ask of You
Is to hold him when I'm not around, when I'm much too far away
We all need the person who can be true to you
I left him when I found him and now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired, I'm missing you again, oh no, once again

-inspired by Avenged Sevenfold

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

timeline

Nggak tau siapa yang memulai duluan. Tapi yang jelas tiba-tiba semalem timeline gue banyakkk babanget orang yg mendeclare apa romantis itu..
Dan bagi gue pribadi
Romantis adalah saat lo melihat matanya dan yakin kalau dia bukan yg terbaik buat lo tapi lo masih jalan sama dia
Romantis adalah saat brebutan slice pizza terakhir pas nonton dvd UP cuma biar ga ketahuan klo mo mewek pas ending film

Fin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

i will make it come true (Amen)

cum laude
1. With praise; an honor added to a diploma or degree for work above average
(By : wikipedia)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

Salah Boleh, Bohong Dilarang!!!

Heyho! Belakangan lagi sering-seringnya gw mendengar kekecewaan temen-temen gw baik yang cewek maupun cowok. Biasa, curahan hati semua yang ada hubungannya dengan L.O.V.E lagi, lagi, dan lagi (Ya top list curhatan temen-temen gw udah pasti ini).

Belakangan ini yang lagi sering diobrolin adalah kalimat-kalimat yang dipergunakan untuk mutusin pacar atau ninggalin seseorang baik yang sedang didekati maupun yang sedang mendekati (tentunya dengan tujuan menjalin sebuah relationship yang lebih daripada hubungan pertemanan). Dengan kata lain merupakan sweet talking, lip-service, atau Excuse. Intinya ALASAN belaka. Well, protes aja sama gw, but anyway language is a matter of perception hahaha.

Cerita pertama ada seorang teman gw yang diputusin pacarnya dengan kalimat semacam , “You’re too perfect for me.”, “You’re too good for me.” Intinya , “Anda terlalu baik buat saya.” Wah, hebat orang-orang jaman sekarang, Udah nggak suka sama yang bagus-bagus haha, tidak berkembang hidupnya.

Ada juga yang seringnya terjadi sama gw agak sama, hanya saja kalimatnya diganti menjadi semacam ini, “I am just not the right person for you“, “You deserve better” atau “You can find someone better.” Lebih hebat lagi ni yang ngomong agak tidak punya harga diri agaknya suka menjelek-jelekkan diri sendiri atau emang dia orangnya suka nggak pede-an? Sorry aja nih, ini bisa jadi alasan paling sok tau seumur hidup. Salah satu temen gw juga pernah ditolak seorang gadis dengan kalimat jawaban, “You deserve better.” Ternyata bukan hanya gw aja yang akrab sama alasan ini.

Malahan kadang-kadang makin nggak logis. Baru aja gw mendengar sebuah kalimat dari seseorang untuk memutuskan pacarnya yang pada intinya alasan sebenarnya nggak cocok, hanya saja di-cover dengan kalimat : “Aku menyayangi kamu itu walaupun, bukan karena.” Astaga korban sinetron remaja jaman sekarang ck,ck,ck. Bahan ketawaan lain dalam hidup gw adalah kalimat yang baru gw baca barusan di internet tentang alasan seorang cowok meninggalkan seorang cewek, yaitu, “you are really sweet, but can we just being a friend for a while?“, halah,halah,halah basinyaaa, keseringan astaga. Gw sendiri pernah dikasih alasan, “Kamu terlalu logis dan realistis.”, Hore bukan !?

Biasanya di akhir kesempatan akan keluar kalimat-kalimat, “Sebenernya aku masih sayang banget sama kamu”, “tapi kita tetep temenan kan?”, “Kalo butuh cerita,temen,dll, gw pasti bakal ada di sini kok.”, dan “aku nggak bakalan pernah jauh dari kamu.”, KLISE, tapi ya kenyataan tetap kenyataan saudara-saudara.

Yah, percaya tidak percaya ini adalah yang terjadi. Boleh jadi pada saat excuse-excuse tersebut dilontarkan awalnya kita percaya-percaya aja. But then the truth will reveal.

Gw punya beberapa contoh konkretnya. Salah satu teman gw waktu dulu pernah menjalin relationship dengan seorang cowok, anggap namanya Amir. Hubungan mereka berjalan selama 4 bulan dan 2 minggu terakhir si Amir lenyap, hilang, tanpa bekas, tidak bisa dihubungi. Pada akhirnya si teman gw sampai harus menelfon dia berkali-kali baru diangkat dan diputusin aja tanpa alasan yang jelas, excuse cupu, padahal si Amir ngedeketin mantannya lagi, tapi nggak jujur. Ah payah laki-laki macam apa, kabur aja ngilang, terus bohong. Yaaah komunitas pala peang tambah satu deh.

Tidak jauh berbeda dengan seorang teman gw yang ber-gender pria. Dia pernah kesal gara-gara mantannya juga memberi alasan putus yang akhirnya diketahui tidak jujur dan berujung dengan si cewek nggak berapa lama jadian sama orang lain. Wow gw kira cuma cowok doang yang begitu.

Selain itu sering juga kejadian yang dialami baik gw maupun teman-teman gw, seorang cowok mendekati seorang cewek udah sekian lama, ngasih harapan, dll, tiba-tiba menghilang juga, lenyap, dll. Kemudian baru diketahui pada akhirnya ternyata dia menemukan atau tiba-tiba menjalin hubungan dengan orang lain. Ya sah-sah aja sih kan belum ada komitmen, cuman caranya nggak sopan ya, nggak cowok aja, kabur kayak tikus. Kata salah seorang teman gw yang berjenis pria, “A man should finish what he has started, gently.” Dengan menggarisbawahi kalau dia benar-benar pria tulen ya.

Kalaupun akhirnya orang-orang itu mengusahakan untuk menyelesaikannya adalah dengan cara mengajak bicara dan memaparkan alasan-alasan tentang kenapa mereka melakukan itu dan sejauh ini yang gw tau kebanyakan bohong, gw bilang kebanyakan ya bukan semuanya. Alasan-alasannya cuma excuse aja , lip service aja biar nggak terlalu menyakiti, payah. Sama sepertinya yang sudah gw jelaskan di atas. Biasanya juga malah si korban yang melakukan usaha awal penyelesaian masalah, bukan si pelaku. Excuse ini nantinya bukan menyelesaikan masalah malah makin tambah parah perkaranya.

Ada sebuah quote dari George Eliot, “It is very hard to say the exact truth, even about your own immediate feelings, much harder than to say something fine about them which is not the exact truth.” (Ini Teori, practicalnya? yah anda sekalian bisa menjawab sendirilahh) Atau yang favorit gue adalah quote dari Edward Murrow, “Most truths are so naked that people feel sorry for them and cover them up, at least a little bit.” Hm, mungkin emang susah untuk jujur. Banyak pertimbangan banget. Kita nggak akan pernah tau kalau benar-benar jujur apakah lawan bicara kita mampu menerima secara dewasa kejujuran yang dilontarkan? Gw sendiri juga sering banget kepikiran kayak gitu. Seperti yang dikatakan oleh Gloria Steinem, “The truth will set you free. But first, it will piss you off.”

Gw pernah berdebat dengan seorang teman tentang kenapa si mantan pacarnya nggak jujur aja sama dia kalau si mantan ini menemukan orang lain? Gw waktu itu bertanya balik, “Yakin lo nggak apa-apa kalo dijawab sejujur itu?”, kira-kira ada beberapa kali gw mendapati pertanyaan serupa dan jawaban dari para korban excuse ini adalah , “Gw akan lebih appreciate kalo dia ngaku, walaupun gw kesel.”, “Itu lebih jelas, jadi gw tau masalah sebenarnya dan gw kalahnya kenapa.”, dan “Awalnya kesel, tapi itu lebih baik ketimbang bohong.”, dkk. Yah kayak yang Blaise Pascal bilang, “We know the truth, not only by the reason, but also by the heart.”

Pernah juga gw bertanya sama teman gw yang bernama Dio tentang masalah gw dengan seseorang. Waktu itu gw bertanya kenapa si oknum ini diam saja, tidak berusaha menjelaskan apapun ke gw sejujur-jujurnya, nggak mau ngomong langsung, minta maaf secara langsung, dan menyelesaikan semuanya dengan terpelajar? Karena tentunya dia orang yang berpendidikan, harusnya dia punya banyak cara yang lebih sopan dan cerdas aja, sampai-sampai gw emosi dan bisa menganalogikan dia sebagai cucumber, cupu. I don`t mean to be rude, it`s just the fact somehow. Dio menjawab dengan tenang tapi tegas, “Ya itu karena dia tau banget dia salah 'ky, dia takut, emang gitu.” Wah gimana gw nggak mau tepuk tangan? Haha aneh, ternyata nggak berani ngomong, ambil hikmahnya aja, dia ngerasa salah (ini juga kalo bener haha nggak apa-apalah, hati gw kan lapang astagaa). Jelas hikmahnya adalah leluconnya kan berarti bukan gw, gw lebih classy, sorry dehhh haha. Mayan, buat memperkuat diri. Kalo kata Bea, “Didoain aja semoga semua orang mendapatkan ganjaran yang se-PANTAS-nya.” , thank you Be, gw doain prince William beneran jodoh lo, se-PANTAS-nya ya tapi haha.

Sudahlah teman-teman, nggak semua yang lo denger itu bener, yang bener adalah:

Game over/end of the road/PUTUS

I’ve found someone else

Bosan

Rasanya sudah menghilang

I just can’t keep up with you (rada sampah, malu mungkin jadi nggak mau ngaku)

dkk

Tapi, gw juga nggak bisa menyalahkan tindakan orang-orang yang memberi excuse ini sih. Mereka punya motifnya masing-masing. Biasanya sih alasan terpopuler untuk melakukan ini adalah untuk menjaga perasaan lawan bicara atau mungkin saja emang beneran jujur (jarang banget, syukur Puji Tuhan kalau ada.) Pendapat yang bisa gw berikan sih hanya gw kurang setuju aja, yah Kalo ajarannya bapak gw sih, “Salah boleh, tapi bohong dilarang.”

Well, bagaimana dengan kalian yang lainnya? Memilih jujur (Gw tau banget ini berat banget, jujur aja deh berat kan?haha) atau meningkatan kreativitas dengan penciptaan excuse-excuse baru? Hati-hati aja sih salah satu resikonya sih apakah anda mau dijadikan diksi pengganti cupu, banci, pale peang, dsb? Misalnya, gw bilang, “Ah Amir lo!” yang berarti, “Ah pale peang lo!”, dkk. HAHAHA

Dan TEMAN saya semalem mendukung salah satu cowok type PALE PEANG dan mungkin mempunyai sifat sama seperti Amir, dan sedihnya gw adalah KORBANnya. Big applause for my friend and si pale peang. *standing applause 5 menit*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

untuk direnungkan

*Cuplikan percakapan semalam dengan sahabat saya via MSN.*
...
A : Knapa ga pacaran lg ky? Kemarin Doni (nama disamarkan) nanyain kmu.
B : oh itu. Masih ada perasaan yg harus ak jaga.
A : siapa?
B : Doni (nama disamarkan).
A : masih kepikiran? Asal jangan cari pelampiasan lagi aja.
B : hah? Lagi?
A : pacarmu yg terakhir. Ak kenal kmu gitu loh.
B : maksudnya? Ga ngerti.
A : sejak kapan lo suka sama cowok yg lebih pendek dr kmu? Sejak kapan kmu tertarik sama cowok bego? Kmu kan 'haus ilmu' istilahnya. Dan setauku kmu ga ada toleransi sama sekali sama cowok perokok. Jadi pasti ada tujuan tertentu mau sama oknum satu ini.
B : sejak kapan tau?
A : untung dia kurang ajar, jd ada alasan besar yg bikin kmu ga tahan lama2 sama dia
B : iya. Untung aja.
A : trus selanjutnya gimana?
B : ga tau gimana. Ga tau harus siapa. Setahun lagi mungkin ak udah beres kuliah. Setahun ini ak mau belajar baik2 aja. Ngejar cum laude. Don't you?
....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

One last letter to you

Hey there, how you’re doing out there?

You know… i really miss you. I really hope that we could have some chats and catch up some stories about us. About you, mostly. I can’t completely not care about you. I want to hear from you. But I guess you will say that I am too selfish just to asking those things to you.

I know I hurt you so bad. I am sorry.
After those 4 years we belong together.
After all your faith to me and what you gave to me, I left you. It seemed so unfair to you. But let me explain a few things to you. Maybe these will seem like a defense and rationalization of my action, but I want you to see this from another perspective.

Yes, we were in love back then. Hopelessly in love. We seemed to worked every obstacles out for our relationship. We had wonderful times together. But when I saw way deeper to our ongoing relationship, I could see there was something not right about it. I admit maybe most of them was because of me, and I don’t want to put all the blame on you.

We were drowned by our passionate adolescents life and we have different things in our concern. You were in a spirit in preparing your career, your future. You wanna take all the chances that you have to learn and to gain some experiences. Well, that one hell of a good spirit. You depend on yourself. Your family depend on you. You are a son that make your parent proud. And i think you knew it, and you feel more responsible to prepare yourself being the man in the family. It put some pressures to you, some pressures that I can’t fully understand. Your have your energy sucked by your responsibility, and you have none left for other things. You need some times for yourself to energize you. You also need me and your friends to energize you, but not as much as you need to spend time alone.

On the other side, I was still there, with my fairy tale dream about romantic comedy, and happy family. I demanded too much things from you that you can’t give yet. I need you more than you understand. I can’t support your activities, and I hate all your friends for taking you away from me. I want you to always be with me in your spare time. Can you see how selfish I am?

So you can see, you were demanded by some people and it makes you tired. And then I irrationally demand you to give what I need. But if you give it, you couldn’t get what you need. We’re stuck in a sort of circle that we didn’t see any way out because we were too selfish to get what we want. We ended up arguing about same things over and over again, and we never come up with solution. We always ended it with one of us beging to knock it of and forget about it. But the problem was still there. You can’t see it because when we stop fighting, you considered it resolved. You didn’t track it down to where it came from. But I think about people behavior more, because I was trained to do it. I spent much time thinking about our behavior pattern, and our relationship pattern.

Then I got tired of arguing, and hurt. I tried to find a win-win solution but I never found it. Then I irrationally insisted to win, and I wanted to hear a sorry from you every time we argued. I know It wasn’t fair. I also fell for another man. Twice.  And you knew it, and you forgave me. You even wanted me to come back to you. That’s a brave thing you did. You were being so nice when we were about to breaking up, and I actually can take that.

But you know, if I decide to stay with you we both could get hurt so bad. Everything I asked to you may hold you from what you can be. I was leaning on you too tight that you can’t move freely to chase your dream. You see? Now you’re a big man now, with a job, and you achieve something. You can be proud of yourself. Without me, you can focus on them. I am not your destination like you said. I am a distractor.

Other thing that may be the reason is our family. We come from different atmospheres, and it is a problem. I didn’t know how to resolve it. You did. But I don’t think that it was a wise solution. You can’t just runaway from your family. They need you as much as you need them, even in the future. Maybe you were so eager to strive for your independence from your mom, but by the time you’ll realize that you need them close to you. And I can’t figure out how was that gonna happen if we stay together.

Well, as you heard my relationship with the OTHER guy DIDN'T WORK OUT at all. But I must say it out loud that I DIDN'T REGRET it. Because if he didn’t exist to interfere, we’d still be together and we might strangle each other. I hope you get your all your dreams and a supportive partner. You are a special guy, even though maybe not everyone can see that. You have to believe that.

I hope you read it, and accept this. And I hope we can be friends again.

Sincerely yours,

Lucky.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments