RSS
about us
Clara Anastasia Lucky Widya Pramesti

Previously..previously..

Gw memang sedang menginginkan sebuah suasana private dengan beberapa orang saja teman-teman untuk diajak bercerita dan tidak solutif. Haha ya gw tidak butuh solusi, gw butuh pendengar. Sepertinya semua juga begitu kan. Terimakasih teman-temanku yang tidak solutif, i love you!

Selanjutnya berceritalah masing-masing tentang kehidupannya dengan makhluk bernama pria. Luar biasa dramanya, gw pasti sukses bikin novel fiksi haha berlebihan, amin. Mita cenderung mengerjap-ngerjap mendengarkan keseluruhan cerita gw. Gw bercerita dari awal sampai akhir dan berkaca-kaca haha, tapi gw terlalu gengsi untuk memecahkan selaput kaca di mata gw.

Entah menit keberapa, salah satu dari kami ber-4 mencetuskan, “Gw nggak mau berharap, tapi susah dong harapannya diobral.” Hahahaha ya ya ya memang. Biasalah sekarang banyak yang murahan orang-orang hehe.

Seperti kata Bea bahwa di 2010 kami masing-masing menemukan SOMETHING, ya kalau dilafalkan akan berbunyi SAMTING ( Sangat amat penting) oke bea alay haha.

Pelajarannya, tidak semua yang gw inginkan bisa dan harus didapatkan. Hal ini membuat gw mencari-cari kesalahan gw, kekurangan gw, dan gw menemukan banyak sekali. Wow, banyak. I was miserable, maybe worse than that. Then when I found out, now 2010 is over, it’s 2011. Luar biasa.

Tidak sepanjang tahun sih gw miserable, untungnya. Mendengarkan masing-masing cerita dari teman-teman gw dan menyimak apa yang mereka lakukan untuk bangun dari kejatuhannya, keluar dari kotak kenyamanannya, dan mempertahankan berdiri membuat gw mendapat pelajaran kedua. Pelajarannya adalah ternyata sebagai wanita gw melakukan keputusan yang tepat untuk menjaga gengsi. Gw bersyukur gw menjaganya. Serius. Itu membuat gw tidak kehilangan harga diri pada saat hal-hal di luar kontrol gw dan buruk terjadi. Silahkan anda berkicau mengatakan kalau kadang-kadang gengsi harus diturunkan, oh maaf mungkin wanita-wanita yang ada dalam kehidupan anda sebelumnya berbeda habitat dengan saya, gw bersyukur gw idealis dengan prinsip gw sampai sekarang haha.

Pelajaran ketiga adalah hati-hati ketika pada suatu waktu menemukan sebuah kondisi yang hanya bisa didefinisikan dengan satu kata yaitu NYAMAN. Nyaman itu kata yang berbahaya, gw setuju berat. Seperti Bea bilang lagi, nggak perlu baik, nggak perlu ganteng, tapi nyaman itu gawat banget. Gw tau nyaman gawat banget, baik sama siapa saja. Sarah mencetuskan sebuah kalimat yang mengarah kepada gw, “Huh friends? You guys are friends Now? Really? Friends with benefits right?” hahahaha damn it, I know I know sarr, I get your point. Sinting. Terus gw mau apa? Tunggu aja deh ya Tuhan memberikan clue apa ke gw. Sebuah kata nyaman membuat gw tidak bisa bergerak bebas, karena gw senang berlindung di dalamnya, senang sekali. Ternyata oh ternyata itu menyedihkan. Bagaimana kalau ternyata kenyamanan itu meninggalkan gw? Melarikan diri ? OH noooo cukup sekali tolong haha.

Jadi jadi dan jadi kesimpulannya adalah gw banyak salah langkah sekali. Banyak yang harus diperbaiki, banyak yang harus dibangun, banyak sekali. Apakah terlambat? Gw harap sih tidak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: